23 April 2015

Arti Singkatan Dalam Lensa Third Party

- 0 komentar
Lensa third party seperti Sigma, Tamron atau Tokina adalah alternatif terjangkau bagi kebutuhan fotografi kita. Dalam artikel sebelumnya, kita sudah membahas arti singkatan dalam lensa Nikon maupun lensa canon, sekarang gilirannya lensa Sigma, Tamron dan Tokina. Berikut beberapa singkatan yang sering kita temui dalam lensa third party dan penjelasan singkatnya, untuk kemudahan hanya Sigma, Tamron serta Tokina yang akan dibahas disini:
77D 18 200mm f35 63 DC OS

Lensa Sigma

  • EX – Lensa EX adalah lensa kelas tertinggi (premium) dalam lini produk lensa Sigma.
  • DC – Lensa DC adalah lensa yang didesain khusus untuk kamera crop (APSC)
  • DG – Lensa DG adalah lensa Sigma yang didesain baik untuk kamera full frame maupun crop
  • OS – OS adalah Optical Stabilizer (ekuivalen dengan IS atau VR)
  • HSM – Hyper Sonic Motor, menggunakan teknologi motor yang lebih tidak berisik namun cepat untuk focusing.
  • ELD – Extra Low Dispersion, menggunakan elemen optik khusus yang meminimalisir chromatic aberration, flare dan ghosting
  • SLD – Special Low Dispersion, kelasnya lebih tinggi dibanding ELD
  • FLD – F Low Dispersion, menggunakan elemen low dispersion yang mengandung fluorite
  • APO – Apochromatic Lens, lensa APO dirancang untuk meminimalkan chromatic aberration
  • ASP – Aspherical Lens, lensa ini memiliki rancangan elemen yang kompleks untuk memperbaiki kualitas secara umum dan mengurangi ukuran dan berat lensa
  • IF – Inner Focusing, lensa melakukan focusing dengan menggerakkan elemen internal bukan elemen depan
  • RF – Rear Focusing, lensa melakukan focusing dengan menggerakkan elemen bagian belakang
  • CONV – Lensa ini bisa dipakai dengan teleconverter

Lensa Tamron

Lensa tamron 17 50mm
  • Di – Digitally Integrated, lensa dengan nama ini memiliki coating yang dioptimalkan untuk kamera digital
  • Di-II – seperti Di, hanya khusus untuk kamera crop (APSC)
  • Di III, lensa ini khusus didesain untuk kamera mirrorless
  • USD – Ultrasonic Silent, mirip USM, SWM. Tidak berisik dan cepat dalam autofokus
  • PZD – Piezo Drive, sama dengan USD tapi penggeraknya adalah motor piezoelectric (tanya anak jurusan elektro deh heheh)
  • VC – Vibration Compensation, teknologi stabilizer Tamron, sama dengan IS, VR
  • New VC – teknologi VC yang diperbarui
  • SP – Super Performance, lensa premium miliki Tamron
  • XR – Extra Refractive, lensa wide angle dengan desain khusus sehingga ukurannya lebih kecil
  • LD – Low Dispersion, lensa ini memakai elemen yang meminimalkan chromatic aberration
  • ZL – Zoom Lock, lensa ini bisa dikunci zoomnya jadi barrel lensa tidak bergerak sendiri
  • IF – Internal Focus, bagian depan lensa tidak memutar saat focusing.
  • ASP – Aspherical Lens, dirancang untuk memiliki kualitas tinggi dan ukurannya bisa lebih ramping

Lensa Tokina

Lensa tokina
  • DX – didesain untuk kamera crop (APSC)
  • PRO – lensa kelas profesional (premium) dari Tokina
  • FX – lensa ini didesain untuk kamera full frame, namun juga bisa dipakai kamera crop
  • ED – Extra Low Dispersion, elemen khusus untuk meminimalkan cacat optik lensa
  • SD – Super Low Dispersion, seperti ED namun kelasnya lebih tinggi
  • HLD – High Refraction Low Dispersion, lensa ED namun dirancang khusus supaya ukurannya tidak besar
  • AS – menggunakan elemen aspherical untuk meningkatkan kualitas foto
  • FC – Focus Clutch, mengganti antara manual focus dan auto focus secara cepat
  • IRF – Internal Rear Focus, lensa melakukan focusing dengan menggerakkan elemen belakangnya
  • FE – Floating Elements, dirancang khusus untuk meminimalkan astimagtism
[Continue reading...]

20 April 2015

Mempelajari Angka Aperture Dalam Lensa

- 0 komentar
Dalam artikel ini kita akan berusaha memahami makna angka aperture dalam lensa, dan kenapa makin besar aperture lensa (angka f makin kecil) makin mahal harga sebuah lensa?
Pernahkah anda bertanya-tanya, dari mana satuan aperture yang biasanya dinyatakan dalam angka seperti ini f/4, f/5.6 atau f/22 (atau juga f4, f5.6 atau f22) berasal? dan kenapa makin besar diameter lensa dan ukuran fisik lensa makin kecil angkanya?

Angka Aperture Lensa
Gambar diatas memperlihatkan perbandingan ukuran fisik antara lensa Canon 50mm f/1.2L dan 60mm f/1.4. Angka yang menyatakan besaran aperture diatas berasal dari perbandingan antara panjang focal lensa dan ukuran diameter lensa:

aperture = panjang focal / diameter
Sebagai contoh, jika kita memiliki lensa 50mm dan ukuran diameter optik bagian depan lensa tersebut 25mm, maka kita memiliki lensa f/2 (atau juga seringkali dinyatakan sebagai f2)
aperture = 50:25 = 2
Jika panjang focal (apa itu panjang focal) lensa 50mm dan diameter lensa 50mm, berarti aperture maksimal lensanya adalah f/1. Di angka f/1, maka diameter lensa 2 kali lebih besar dibandingkan f/2, dan ada perbedaan 2 stop diantara f/1 dan f/2 (masih ingat pengertian stop kan?). Dan lensa f/1 bisa dilewati cahaya 4 kali lebih banyak dibanding lensa f/2 sehingga makin besar aperture makin cepat dan makin enak dipakai di kondisi low light.
 
Anda sekarang mulai menyadari kenapa tidak banyak lensa 50mm f/1. Hanya ada sejumput lensa yang memiliki aperture f/1, seperti misalnya Canon EF 50mm f/1.0L USM yang sudah diskontinyu (lihat foto-foto yang dihasilkan dari lensa hebat 50mm f/1 disini). Lensa dengan aperture f1 membutuhkan ukuran body lensa yang buesar, elemen optik yang luas supaya diameternya bisa sama dengan panjang focalnya.
Angka aperture lensa
Hal ini juga membantu menjelaskan kenapa ada perbedaan besar dalah hal harga antara lensa yang panjang focal-nya sama namun aperture maksimalnya berbeda. Contohnya, coba bandingkan antara lensa Canon 85mm f/1.2 dan Canon 85mm f/1.8. Lensa canon 85mm f/1.2L dijual dengan harga diatas Rp 20 Juta sementara lensa 85mm f/1.8 harganya sekitar Rp 4 Juta. Kalau kita kembalikan lagi dari rumus diatas, maka untuk menghasilkan lensa 85mm dengan aperture f/1.8, diamater lensa cukup dengan 47mm (85/1.8 = 47.2). Sementara untuk mendapatkan aperture f/1.2, diameter lensa 85mm tadi haruslah sekitar 70 mm, hampir dua kali lebih besar bukan? Makin banyak material, makin banyak optik dan makin susah dibuat = makin mahal.
[Continue reading...]

15 April 2015

Cara Setting Custom White Balance Kamera DSLR

- 0 komentar
Terkadang saat berada disebuah ruangan yang memiliki pencahayaan yang kompleks ataupun saat berada di luar ruangan, memakai auto white balance maupun settingan bawaan white balance dari kamera (Tungsten, Fluorecent, Daylight, Cloudy, Flash maupun Shade) memberi temperatur cahaya yang tidak akurat (pahami konsep white balance disini). Nah dalam keadaan ini anda bisa menggunakan custom white balance (white balance manual preset di kamera Nikon), untuk memastikan akurasi white balance anda.

Custom white balance kertas putih
Bagaimana cara melakukan setting custom (preset) white balance secara benar?, ikuti langkah berikut ini:
Sebelum melakukan setting, anda membutuhkan kertas putih, baju putih maupun tembok putih, jadi carilah obyek tersebut. Kalau benda putih tidak tersedia anda bisa menggunakan benda berwarna abu-abu. Beberapa tas kamera memiliki bagian dalam abu-abu yang mendekati gray card, dan anda bisa menggunakannya.
 
Tempatkan kertas atau benda putih/abu-abu tersebut sehingga disinari cahaya yang kompleks dimana anda akan memotret. Posisikan didepan kamera sehingga kertas mengisi seluruh frame foto.
Set fokus di posisi manual focus, lalu ambil metering. Usahakan exposure yang berimbang (tidak under namun juga tidak over exposure). Lalu fotolah kertas atau obyek tersebut.
Langkah selanjutnya, saya ambilkan contoh untuk kamera Canon 60D:
Custom white canon 60D
  1. Tekan tombol Menu, gunakan Main Dial untuk menuju tab kedua Shooting Menu. Gunakan Quick Control Dial untuk scroll ke kebawah ke posisi Custom White Balance, lalu tekan tombol Set.
  2. Gunakan Quick Control Dial lalu scroll ke foto yang barusan anda ambil. Tekan tombol Set lalu pilih OK.
Untuk kamera Nikon, saya ambilkan contoh Nikon 3100D. Langkahnya:
  1. Pilih Preset Manual dari menu White Balance.
  2. Pilih Use Photo
  3. Akan muncul foto terbaru yang sudah anda ambil diatas, pilih Select Image
  4. Tekan OK untuk menggunakan foto tersebu
[Continue reading...]
 
Copyright © . Fikri Photoshoot - Posts · Comments